Indonesia terus menjadi negara yang menjadi sumber besar dan negara tujuan untuk trafiking orang, secara khusus perdagangan tenaga kerja yang dipaksa dan perdagangan seksual. Perempuan dan anak merupakan korban utama, dan terus menjadi populasi yang rentan untuk jenis kriminal ini di seluruh bangsa.

Di bawah ini, anda akan menemukan statistik terakhir dari trafiking di Indonesia. Oleh karena kasus-kasus trafiking kebanyakan gagal dilaporkan, kebenaran-kebenaran yang ada pada isu kompleks ini, sulit untuk ditemukan dan mungkin tidak dapat cukup menunjukkan bagaimana keseluruhan dampak dari masalah ini. Sebaliknya, kami menunjukkan kebenaran-kebenaran ini untuk mengedukasi dan menggembleng dunia umum untuk dapat bertindak berjuang melawan perdagangan manusia di Indonesia.

UNICEF memperkirakan bahwa ada kurang lebih 100,000 perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan dari Indonesia setiap tahunnya, dan 40,000-70,000 dari mereka merupakan anak-anak korban eksploitasi seksual.. [Sumber]
Diperkirakan bahwa sekitar 30% dari prostitusi di Indonesia adalah mereka yang berusia di bawah usia 18 tahun. [Sumber]
Dalam tahun 2007 saja, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada lebih dari 2000 kasus trafiking anak di IndonesiaIn 2007. [Sumber]
Institusi Perempuan, di Jawa Barat, melaporkan bahwa 43,5% korban-korban trafiking, berusia 14 tahun (Meskipun selebihnya adalah mereka yang berusia 17 tahun) [Sumber]
Berdasarkan Departemen Pariwisata Indonesia, di antara tahun 1972 dan 2008, 13,707 anak telah dieksploitasi secara seksual di daerah-daerah tujuan wisata. [Sumber]